Tujuan: Menjalankan standar dan mengumpulkan realisasi/evidence secara berkala.
Standar, indikator, target, auditee, dan jadwal monitoring yang aktif dari fase Penetapan.
Apakah data & evidence lengkap? (Jika Ya -> Status Siap Evaluasi; Jika Tidak -> Lengkapi / perbaiki data oleh unit).
Data pelaksanaan, evidence, status ketercapaian sementara, dan status siap evaluasi.
| ID FR | Deskripsi Kebutuhan Fungsional | Prioritas |
|---|---|---|
| FR-02-01 |
Halaman My Standards
Auditee mempunyai halaman My Standards yang menampilkan indikator, target, periode, realisasi, evidence, dan status.
|
MUST |
| FR-02-02 |
Input Realisasi & Evidence
Auditee/GKM dapat memasukkan atau mengonfirmasi realisasi dan evidence sesuai indikator.
|
MUST |
| FR-02-03 |
Multi-Kanal Sumber Data
Data dapat berasal dari API/DB sync, import XLSX/CSV, input terkontrol, atau upload/link evidence.
|
MUST |
| FR-02-04 |
Monitoring Kesiapan Evaluasi
BPM/GKM dapat memonitor kelengkapan data/evidence dan status kesiapan evaluasi.
|
MUST |
| FR-02-05 |
Flagging Data Tidak Lengkap
Sistem menandai data/evidence yang belum lengkap dan mengembalikannya ke unit untuk dilengkapi.
|
MUST |
| FR-02-06 |
Pencatatan Histori Realisasi
Sistem menyimpan histori realisasi dan evidence berdasarkan unit dan periode.
|
MUST |
Sistem/aplikasi bukan auditee; aplikasi adalah sumber data. Auditee adalah unit/process owner.
SIAKAD, LPPM, SIMA, dll. dicatat sebagai data source pada tabel 06_data_source. Tanggung jawab ketercapaian dan kualitas data tetap berada pada unit kerja (Fakultas, Prodi, Biro, Lembaga).
Pengendalian tidak hanya dipicu skor; target miss, temuan, risiko tinggi, repeat finding, dan overdue dapat menjadi trigger.
Sistem secara otomatis atau BPM secara manual dapat memicu kasus pengendalian jika ditemukan indikator kritis tidak tercapai meskipun skor audit formal belum keluar.